Cara Muda Cek Sertifikat Tanah Anda

Posted on

Tahukah sahabat Properti Syariah, Mengetahui keaslian sertifikat tanah saat ini sudah tidak sesulit beberapa tahun lalu, saat semuanya masih serba manual. Alhamdulillah, Semenjak berkembangnya sistem elektronik dan teknologi, urusan cek keaslian sertifikat tanah pun bisa dilakukan dalam waktu singkat dan lebih simple.

Termasuk Properti Syariah yang saat ini tengah Booming, dan menjadi satu Properti cukup baik perkembangannya. Menawarkan Proses pembelian langsung Pembeli – Developer, menjadikan Trust konsumen lebih besar ketimbang ketika membeli properti di properti Konvensional. Namun, ada saja beberapa kalangan yang masih meragukan legalitas properti syariah karena masih baru dan berbeda dengan properti pada umumnya. Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN) terus melakukan upaya peningkatan pelayanan pada masyarakat dengan menerapkan sistem sertifikat elektronik.

Untuk menjamin keamanan sistem elektronik itu, diperlukan layanan keamanan berupa autentikasi dan integritas data dengan menggunakan sertifikat elektronik yang diterbitkan oleh Balai Sertifikasi Elektronik Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Sertifikat Elektronik yang dimaksud adalah sertifikat yang bersifat elektronik, yang memuat tanda tangan elektronik dan identitas yang menunjukan status subjek hukum dalam transaksi elektronik yang dikeluarkan oleh penyelenggara Sertifikat Elektronik. Atas dasar itulah, Kementerian ATR/BPN melakukan Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan BSSN, Senin (16/7).

Penandatanganan MoU tersebut berisi tentang Perlindungan Informasi dan Transaksi Elektronik, dan Penandatangan PKS berisi tentang Pemanfaatan Sertifikat Elektronik Pada Sistem Elektronik di Lingkungan Kementerian ATR/BPN.

“Sesuai Peraturan Menteri ATR/Kepala BPN Nomor 5 Tahun 2017 tentang Layanan Informasi Pertanahan Secara Elektronik, perlu adanya pelayanan informasi pertanahan dengan mudah, cepat, dan biaya rendah, yang bisa dilakukan secara sistem elektronik,” ujar Sofyan A. Djalil, Menteri ATR/Kepala BPN.

 

Sofyan menambahkan, menurut data tahun 2017, beban kerja Kantor Pertanahan di seluruh Indonesia untuk tanda tangan dilakukan secara manual berkisar sebanyak ±14.849 sertifikat setiap harinya. Dan produk Sertifikat Hak Atas Tanah yang dihasilkan masih dalam format kertas.

Oleh karena itu, salah satu layanan pertanahan yang bersifat online berupa dokumen elektronik perlu dijamin autentikasinya, serta penggunaan Tanda Tangan Elektronik atau Digital Signature secara bertahap pada produk-produk pertanahan.

(Bayar Pajak Bumi dan Bangunan pun kini lebih mudah karena bisa dilakukan secara online. 

Hal-hal tersebut dalam rangka meningkatkan efisiensi, efektivitas, transparansi, dan akuntabilitas penyelenggaraan layanan pertanahan masyarakat serta negara dalam hal ini bersifat penting, karena berurusan dengan tanah.

Kemudian dalam pembahasan pelayanan publik, Kepala BSSN, Djoko Setiadi, mengatakan, “Dalam melaksanakan pelayanan publik dalam bidang pertanahan, BPN harus responsif terus berupaya menanggapi keluhan, tuntutan, dan memenuhi kebutuhan masyarakat sehingga proses pelayanan adminsitrasi pertanahan dapat dilakukan dengan baik dan akuntabel.” sambung Djoko dalam mengakhiri pembahasan ini.

Kerjasama ini bertujuan mengembangkan dan mengamankan siber dan sandi, serta memanfaatkan sertifikat elektronik untuk meningkatkan keamanan transaksi elektronik Kementerian ATR/BPN.

Ada empat poin penting yang perlu diperhatikan saat bikin sertifikat tanah atau balik nama. Simak video berikut! (Video dirilis dari situs rumah.com)

(Untuk mengetahui dinamika pasar properti di Indonesia, khususnya properti syariah, termasuk sentimen pasar dari sudut pandang pembeli simak dalam rumahsyariahbogor.com / rumahsyari123.com)